Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam | IAIN Pekalongan

MAHASISWA FEBI IAIN PEKALONGAN GALANG DANA PEDULI PALU DAN DONGGALA SULAWESI TENGAH

E-mail Print PDF

Komunitas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pekalongan yang merupakan gabungan dari berbagai unsur (Dema,Ormawa, HMJ dan Mahasiswa Angkatan) menyerahkan bantuan peduli gempa dan tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut diperoleh dari sumbangan masyarakat Pekalongan serta sivitas akademika FEBI IAIN Pekalongan.

Penyerahan bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh komunitas mahasiswa FEBI yang diwakili oleh Mita Yulia Ersya (DEMA), Achmad Nailul Akmal (HMJ Ekonomi Syariah), Thomas Billy (HMJ Akuntansi Syariah), dan Anwar Mustofa (HMJ Perbankan Syariah) kepada Kabag TU FEBI Muhtar Ali Ahmadi, Kamis 18/10/2018.

Menurut Mita Yulia Ersya selaku perwakilan mahasiswa mengatakan bahwa bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan kepada saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. “Keprihatinan dan duka masyarakat Palu dan Donggala adalah duka kita semua”, ujar Mita.

Sementara itu, Kabag TU FEBI Muhtar Ali Ahmadi mewakili Dekan FEBI yang menerima langsung bantuan tersebut berjanji untuk segera menyerahkan kepada Tim Penggalangan Bantuan Tingkat IAIN Pekalongan untuk diteruskan kepada yang berhak melalui Posko Bencana di IAIN Palu Sulawesi Tengah. “Semoga amanat ini dapat segera kami teruskan kepada yang berhak menerimanya”, ujar Muhtar. Adapun bantuan yang sudah terkumpul di tingkat institut menurut informasi dari TU Pimpinan sudah mencapai angka lebih dari lima puluh juta rupiah.

Ditemui di tempat terpisah, Shinta Dewi Rismawati Dekan FEBI IAIN Pekalongan menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada mahasiswa FEBI yang telah menunjukkan kepeduliannya. “Semoga bantuan ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah”, ujar Shinta.

Sebagaimana diketahui Gempa berkekuatan 7.4 SR mengguncang dengan episentrum dekat Kota Donggala Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) petang. Gempa turut dirasakan hingga ke Kota Palu dan Mamuju. Sesaat setelah gempa besar merontokkan bangunan, gelombang tsunami itu datang, menyapu habis Kota Palu hingga ratusan meter menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia serta kerusakan bangunan yang cukup parah.
(aliahmed)