Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam | IAIN Pekalongan

Bank Syariah Per Tahun Kekurangan Sekitar 37 – 38 Ribu SDM

E-mail Print PDF

photo_propes

Seminar: Narasumber dan Peserta foto bersama setelah mengikuti Seminar Prospek SDI Ekonomi Syariah di Era Global, di IAIN Pekalongan, Sabtu, (18/11/17)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pekalongan mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Prospek SDI Ekonomi Syariah di Era Global”, di Kampus IAIN Pekalongan pada hari Sabtu, 18 November 2017. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah.

Menurut Ketua Jurusan Ekonomi Syariah Agus Fahrina, M.Ag yang diwakili oleh sekretarisnya bapak Kuat Ismanto, M.Ag mengatakan bahwa kegiatan ini terselenggara atas kebutuhan dan keseriusan pengelola jurusan ekonomi syariah IAIN dalam usahanya untuk meningkatkan mutu dan peluang bagi lulusan ekonomi syariah dalam menapaki dunia kerja, kegiatan ini berusaha menjawab tantangan pembentukan Sumber Daya Insani (SDI) unggul. Dikarenakan munculnya ‘gap’ antara kampus dengan dunia kerja, dimana dunia pendidikan fokus pada ilmu (know how) sedangkan dunia kerja dalam rekrutmen lebih mengutamakan soft competence, yaitu integritas, kemampuan kerjasama, semangat berjuang, kemampuan berkomunikasi, dll. Oleh karena itu perlu fokus yang sama dalam pengembangan SDI.

Seminar nasional ini dibuka langsung oleh Dekan FEBI IAIN Pekalongan Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.Hum, yang sekaligus menjadi narasumber, beliau mengatakan bahwa komitmen pemerintah dalam mendukung ekonomi syariah di Indonesia ini terbukti dengan beberapa regulasi yang telah dibuat seperti hadirnya UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, UU No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, UU No 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, Peraturan OJK No 33/POJK.05/2016 tentang Penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah, UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan seterusnya, hal ini menambah prospek dan peluang bagi lulusan ekonomi syariah.

Tantangan di depan mata adalah pasar jasa yang border less, pasar jasa yang high competition pasar jasa yang banyak bersentuhan dengan nilai “kepuasan dan kemanfaatan” tinggi, dan pasar jasa yang banyak bersentuhan dengan teknologi, sehingga yang perlu dipersiapkanmulai sekarang adalah knowledge, attitude and skills yang berkualitas dan mumpuni, Imbuh Shinta.

Kegiatan seminar sehari ini juga mendatangkan narasumber dari praktisi lembaga keuangan yaitu bapak Chawari Ata Nasrullah selaku Deputy Branch Manager (DBM) BTN Syariah Tegal, beliau menyampaikan bahwa setiap tahun kebutuhan SDI Bank Syariah sekitar 37 – 38 ribu, beliau mengutip dari hasil risetnya IPB Cibest(Center for Islamic Bussines and Economic Studies) artinya pangsa pasar khususnya kebutuhan akan SDI di lembaga keungan syariah sangat terbuka lebar. Beliau juga memberikan tips-tips masuk di lembaga keuangan, karena di lembaga keuangan sistem rekrutmen sangat selektif dengan tujuan memperoleh SDM unggul, mengacu padakarakter yang amanah yang memiliki integritas yang tinggi, berakhlaq mulia, memiliki networking yang luas (silaturahim), memiliki kontrol yang baik (muhasabah) dan senantiasa berdoa selain memiliki ilmu (know how).

Ada banyak peluang pekerjaan bagi lulusan sarjana ekonomi syariah, yaitu Pertama di Bank Syariah seperti pada posisiteller, customer service, akuntan, marketing, bahkan SDM. Karena orang mengelola bank syariah ini adalah orang yang harusnya mengerti tentang ekonomi syariah. Kedua staff akuntan/finance perusahaan, lulusan ekonomi syariah juga bisa berakarir di perusahaan baik swasta maupun BUMN. Ketiga PNS selain di perusahaan, tentu saja lulusan dari jurusan ini mempunyai kesempatan untuk berkarir dipemerintahan atau menjadi PNS, contoh di kementerian agama atau dinas agama daerah. Kempat lembaga Islam juga terbuka dengan lulusan yang mengerti Islam sekaligus mengerti ekonomi atau mengelola keungan yang baik bagi lembaga tersebut. Kelima akademisi, karena semakin banyaknya kebutuhan akan ilmu dan bentuk implementasi ekonomi Islam maka akan berbanding lurus dengan perkembangan ilmu ekonomi Islam. Keenam pengusaha, lulusan dari ekonomi syariah juga bisa menjadi pengusaha, atau membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Imbuh Ata.

Moderator tunggal Tarmidzi, M.S.I membuat acara seminar ini dengan sistem panel, pada sesi I narasumber dari Dekan yang diisi dengan materi tentang regulasi yang berkenaan dengan prospek lulusan sarjana ekonomi syariah, dan pada sesi II diisi dari praktisi lembaga keuangan, para peserta seminar diberi kesempatan untuk berdiskusi sekaligus tips-tips lulus tes masuk di seleksi lembaga keuangan.


1. Bank Syariah Per Tahun Kekurangan Sekitar 37 – 38 Ribu SDM
2. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pekalongan Gelar Seminar Nasional “Prospek SDI Ekonomi Syariah di Era Global”