Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam | IAIN Pekalongan

FGD FEBI IAIN PEKALONGAN “PENGUATAN KEMITRAAN STAKEHOLDER UNTUK PENGEMBANGAN PROGRAM STUDI BERBASIS CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN”

E-mail Print PDF

FGD-ST03

Pekalongan, 8 April 2021. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pekalongan menyelenggarakan Acara Focus Group Discussion (FGD) dengan para Stakeholder. Kegiatan FGD ini mengusung tema “Penguatan Kemitraan Stakeholder untuk Pengembangan Program Studi Berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan”. Kegiatan yang dilaksanakan secara offline di Hotel Pesona dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Dr. Maghfur, M.Ag, Wakil Rektor III Dr. Muhlisin, M.Ag, Dekan FEBI Dr. Shinta Dewi Rismawati, M.H Wakil Dekan I Dr. A.M Hafidz, M.Ag, Wakil Dekan II H. Ahmad Tubagus Surur, MA, Wakil Dekan III Dr. Zawawi, MA, Para Kajur dan Sekjur Prodi Akuntansi Syariah, Prodi Perbankan Syariah, Prodi Ekonomi Syariah serta dihadiri Narasumber dari Pemkab Pekalongan dan Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Tegal dan para tamu undangan yaitu Stakeholder FEBI IAIN Pekalongan.

Kegiatan ini diawali dengan oleh Sambutan Dekan FEBI Dr. Shinta Dewi Rismawati, M.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Para Stakeholder yang telah berkenan untuk hadir dan menyampaikan permohonan masukan dari Para Stakeholder guna Perkembangan FEBI IAIN Pekalongan. Sambutan kedua disampaikan oleh Wakil Rektor I Dr. Maghfur, M.Ag. Dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara Focus Group Discussion (FGD) ini beliau menyampaikan bahwa kegiatan FGD dengan mengundang Para Stakeholder ini sangat perlu diadakan guna menjaring aspirasi masukan dari Stakeholder. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan serta mengembangkan kerjasama antara FEBI IAIN Pekalongan dengan para Stakeholder.

FGD-ST01

Kegiatan FGD dengan Stakeholder ini membahas beberapa isu – isu strategis. Narasumber menyampaikan bahwa permasalahan sekarang Perguruan Tinggi masih kurang dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Masalah ini dapat dilihat dari masih ditemukannya GAP antara teori yang diberikan saat kuliah dengan praktik kerja yang dilakukan oleh mahasiswa saat kegiatan PPL maupun saat para mahasiswa sudah terjun di dunia kerja. Masukan dari Para Stakeholder diharapkan dapat menjawab kebutuhan dunia kerja saat ini sehingga Perguruan Tinggi dapat mempersiapkan mahasiswanya yang siap terjun di dunia kerja.

FGD-ST02

Beberapa masukan yang masuk di acara FGD ini antara lain :

  1. Tri prasetyo (auditor freelance dari KAP, manajer operasional kantor akuntan)
    Lulusan FEBI harus diselaraskan pangsa pasar yang ada, sehingga lulusan dapat siap pakai. Maka harus ada semacam percobaan ataupun penelitian sebenarnya yang dipakai dalam dunia bisnis itu yang bagaimana, sehingga tidak ada ilmu yang hilang. Harapannya, FEBI IAIN Pekalongan dapat menyerap hal tersebut. Contohnya update mengenai perkembangan mengenai aturan akuntansi. FEBI juga harus membuat program-program praktik di dunia kerja, mempelajari bagaimana aturannya dan bagaimana implementasinya. Program yang digunakan untuk akuntansi juga harus uptodate sehingga ilmu yang didapat mampu berguna di dunia pekerjaan.
  1. Tubagus Surur (Wakil Dekan II FEBI IAIN Pekalongan)
    Dunia kerja sekarang, banyak muncul upaya yang terbaik dalam menjalankan dunia bisnis. Sesekali dari FEBI, memohon kepada Bapak/Ibu untuk dapat memberikan ilmu terbaru guna pencerahan kepada mahasiswa. Hal tersebut menjadi harapan dari kami kepada stakeholder yang hadir.
  1. Nailatul Muayati  (KSPPS SM NU Pekalongan)
    Terima kasih kepada FEBI IAIN Pekalongan, bahwa banyak karyawan kami juga berasal dari alumni FEBI IAIN Pekalongan. Masukannya, mahasiswa lebih baik dalam hal komunikasi dikarenakan dari kami langsung berkomunikasi dengan anggota sehingga lebih mempermudah dalam praktik kerja. Sehingga komunikatif ini menjadi hal yang sangat penting.
  1. Muhammad Yusuf (Mahasiswa PBS FEBI IAIN Pekalongan)
    Apakah ketika lulus, harus good looking atau hanya perlu kompetensi?
    Ketika mahasiswa fokus pemberdayaan secara teknologi, untuk pelatihan mengenai public speaking menjadi berkurang, maka seharusnya bagaimana?
    Bagaimana dari narasumber untuk dapat komunikasi dengan OJK dan BI untuk menjadi mentor dalam kegiatan mahasiswa?
    Jawaban :
    Good looking itu merupakan komunikasi yang baik dan sikap yang baik, tidak hanya masalah cantik dan ganteng. Setiap job desk mempunyai permintaan masing-masing, misalnya untuk teller memang perlu berpenampilan menarik, namun untuk job desk lainnya atau posisi lainnya maka berpenampilan menarik tidak menjadi hal yang utama, misalnya dalam kompetensi dan komunikasi yang lebih baik dibandingkan dengan berpenampilan menarik. Mahasiswa dapat download aplikasi pelatihan mengenai public speaking, dan latihannya dengan menggunakan aplikasi social media hal tersebut bisa menjadi tools sederhana. Fasilitas menngenai mentor dari OJK Tegal, jumlah pegawai OJK Tegal 21 pegawai yang areanya Tegal Brebes, sehingga belum tentu dapat mengalokasikan waktu untuk dapat mendampingi teman-teman mahasiswa. Alokasi waktu misalnya untuk dosen tamu, maksimal 1 bulan sebelum agenda.
  1. Imam Suraji (BAZNAS Kota Pekalongan)
  1. Rasa percaya diri harus lebih dimunculkan, karena ini menjadi penting untuk dunia kerja. Pengembangan karakter harus lebih diberikan oleh mahasiswa melalui seminar, dan pelatihan.
  2. Inisiatifnya kurang dari mahasiswa, karena keberanian yang masih minim
  3. FEBI merubah capaian lulusan, tidak menyiapkan untuk pekerja tapi menciptakan orang yang menciptakan lowongan pekerjaan
  1. Aris Syafi’I (KAJUR EKOS FEBI IAIN Pekalongan)
    Pertanyaan : PPL Secara daring, apakah mungkin PPL blended dapat dilakukan daring maupun luring?
    Jawaban : Imam Suraji (BAZNAS Pekalongan) yaitu PPL tidak dapat merasakan pengalaman praktik yang sebenarnya. Jika hanya mengaplikasikan ilmunya itu berlaku, tetapi bagaimana dalam pemecahan maslaah, dalam melayani dengan konsumen, dan lain sebagainya tidak dapat diperoleh oleh mahasiswa.

Harapan kedepan acara FGD dengan Stakeholder menjadi sarana sharing sumber daya dan sharing fasilitas antara FEBI IAIN Pekalongan dengan Para Stakeholder, sehingga kedua belah pihak dapat sama – sama memperoleh manfaat dan perlu dilakukan evaluasi secara periodik untuk meningkatkan kerjasama antara FEBI IAIN Pekalongan dengan Para Stakeholder yang sudah terjalin.