KULIAH LEMBAGA PEREKONOMIAN SYARIAH UNDANG PRAKTISI DARI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH

Print
Photo Bersama Narasumber
Jumat, 20 September 2019 bertempat di Meeting Room lantai 3 gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pekalongan diadakan Seminar dengan tema "Dinamika Sosiologis-Idiologis Ketahanan Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Era Revolusi Industri 4.0". Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kuliah Lembaga Perekonomian Syariah (LPS) yang diampu oleh Bapak Muhammad Izza, M.S.I. agar mahasiswa memahami sampai sejauh mana sebuah lembaga keuangan syariah dapat eksis dalam jangka panjang. Untuk itu beliau mengundang seorang Narasumber berasal dari Praktisi Lembaga Keuangan Syariah yaitu Bapak Mukti Widodo, S.E, M.Si. Kepala KospinMu Surya Mentari Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Rangkaian acara meliputi pembukaan, sambutan, acara inti dan penutup. Dekan FEBI IAIN Pekalongan DR. Hj. Shinta Dewi Rismawati, M.H. dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan bahwa kegiatan dengan mengundang praktisi merupakan implementasi dari wujud dari satu takeline IAIN Pekalongan yaitu Scientific. Menurutnya “scientific ini tidak hanya diperoleh dalam perkuliahan dikampus oleh Dosen saja namun juga dapat berasal dari praktisi dari luar kampus untuk memberi kuliah berdasarkan pengalamannya. Dan saat ini FEBI sedang memperbanyak praktisi untuk sharing pengetahuan berdasarkan bidang kompetensi yang dibutuhkan”. 
 
Photo Narasumber Mukti Widodo, M.Si sedang menyampaikan materi Seminar
Acara seminar di ikuti oleh seluruh mahasiswa FEBI yang mengambil mata kuliah Lembaga Perekonomian Syariah (LPS) di Jurusan Ekonomi Syariah. Penggagas acara yaitu Bapak Muhammad Izza, MSI selaku pemangku mata kuliah mengatakan “alhamdulilah acara ini berjalan dengan lancar dan antusiasme peserta sangat baik dengan banyaknya peserta dan sejumlah pertanyaan”. Menurutnya tujuan dari acara ini adalah untuk memperoleh pengetahuan secara langsung dari praktisi sekaligus memperkenalkan bagaimana lembaga keuangan dapat tumbuh besar dan semakin berkembang. Selain itu mahasiswa diharapkan mampu menilai hal-hal sisi sosiologis dan idiologis lembaga keuangan syariah agar kuat dan bisa bertahan disaat krisis. “Beberapa karakteristik tersebut selanjutnya wajib di selesaikan mahasiswa dalam sebuah paper sebagai ganti tugas Ujian Tengah Semester” tuturnya.