Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam | IAIN Pekalongan

Mengangkat Proyek Perubahan Tentang Service Excellent, Kabag TU FEBI Raih Predikat Lima Besar

E-mail Print PDF

Sebanyak 30 peserta diklatpim III Angkatan LVII yang terdiri dari para Pejabat Eselon III Kemenag Pusat, Kemenag Provinsi, Kemenag Kota/Kabupaten, dan Perguruan Tinggi Keagamaan dinyatakan lulus. Hal itu terungkap pada acara penutupan yang berlangsung di Aula Gedung V Kampus Pusdiklat Teknis Keagamaan Jl. Ir. H. Juanda No 37 Ciputat Tangerang Selatan (Jum’at, 28/6/2019). Para peserta telah melewati 857 jam pelajaran sejak 18 Maret 2019 lalu. Mereka melalui tahapan di dalam dan di luar kampus serta penyusunan inovasi proyek perubahan.

Penutupan Diklat dilakukan oleh Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi, Drs. H. Saeroji, M.M., dan didampingi Kepala Subbid Diklat Prajabatan dan Struktural sekaligus mewakili panitia, Deden Wahyudin, S.Fil, para widyaiswara dan coach.

Deden Wahyudin, mewakili panitia diklat dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh peserta diklatpim III Angkatan LVII dinyatakan lulus dengan perincian 17 lulus dengan predikat sangat memuaskan dan 13 lulus memuaskan.  Dari 17 yang lulus dengan predikat sangat memuaskan, terpilih 5 peserta terbaik salah satunya adalah Muhtar Ali Ahmadi, Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pekalongan dengan proyek perubahan : “Peningkatan Layanan Administrasi Melalui Implementasi Service Excellent di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pekalongan”.

Ketika dikonfirmasi, Muhtar menyatakan kekagetannya terpilih menjadi lima peserta terbaik :”ini merupakan berkah sekaligus tantangan, semoga dapat segera kami implementasikan”, ungkapnya.

Sementara itu Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis, Saeroji menyampaikan selamat dan mengapresiasi inovasi proyek perubahan dari para peserta. "Banyak inovasi yang baik, tapi perlu diingat aspek keberlanjutannya yang kadang menjadi tanda tanya," kata Saeroji.
Saeroji mengungkap beberapa alasan sehingga inovasi tersebut tidak berlanjut. "Bisa jadi yang bersangkutan pindah, tidak ada motivasi lagi, atau karena menganggap inovasi itu cuma produk ujian diklat," kata Saeroji.

Saeroji juga mengingatkan alumni diklatpim untuk tidak berhenti berinovasi : "Jangan berhenti sampai di sini, ketika dinyatakan lulus berarti kita telah mengetahui cara, metode, kerangka berpikir dan punya tools untuk  berinovasi, oleh karena itu lakukanlah  inovasi di tempat tugas masing-masing", pesan Saeroji.