Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam | IAIN Pekalongan

FEBI IAIN PEKALONGAN BERSAMA MES PEKALONGAN Dan OJK GELAR SEMINAR LEMBAGA KEUANGAN

E-mail Print PDF

Pekalongan- FEBI IAIN Pekalongan bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan  OJK,  menyelenggarakan Seminar Lembaga keuangan dengan tema “Lembaga keuangan Sehat, bisnis meningkat“  di hotel Santika Rabu, (10/04) kemarin. dalam seminar yang dihadiri oleh dosen dari berbagai perguruan tinggi di pekalongan, praktisi lembaga keuangan syariah dan mahasiswa.

Kegiatan seminar ini mendatangkan narasumber pertama dari praktisi lembaga keuangan yakni Drs. H. Akhmad Sakhowi, ME dari BTM  Pusat Jawa Tegah dan selaku Ketua Umum MES Pekalongan dan narasumber kedua adalah Bapak Ludy Arlianto selaku Kepala OJK Tegal dengan dimoderatori oleh Rinda Asytuti M. Si, selaku Dosen IAIN Pekalongan. Dalam seminar ini juga dilakukan penandatangan MoU antara FEBI IAIN Pekalongan dengan MES serta OJK, dengan harapan kedepannya akan semakin banyak kegiatan-kegitan yang bisa laksanakan bersama dan saling menguntungkan.

Sakhowi menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang menjadi kunci dalam manajemen Lembaga Keuangan menjadi Sehat yaitu; Manajemen likuiditas, Manajemen Pembiayaan, Manajemen Operasional, Manajemen SDM. Saat ini orang islam yang pandai mengaji dan rajin ibadahnya sudah bukan lagi jaminan bahwa orang tersebut memiliki karakter yang baik. Oleh karena itu SDM harus dipilih dengan teliti berdasarkan mentalitasnya (sifat amanah) dan kapabilitas kerja (Skill), SDM diberi pelatihan, baik pelatihan sesuai bidang tugasnya maupun pelatihan motivasi kerja, SDM diberi  imbalan yang memadai sehingga dapat bekerja dengan tenang, dan manajemen bersifat terbuka kepada seluruh SDM, serta terapkan kebijakan pemberian hadiah dan sangsi (reward and punishman) dengan konsisten. Dan menurut Ludy dalam upaya agar bisnis meningkat diperlukan Fincial Planing, karena financial planning sangat diperlukan untuk menghadapi inflasi. Pertumbuhaan ekonomi dan stabilitas system keuangan dikendalikan melalui 3 kebijakan; kebijakan fiscal (Kementerian Keuangan), Kebijkan Moneter (Bank Indonesia) dan Kebijakan Mikro Prudensial (OJK). Ketika ketiga kebijkan tersebut dapat berjalan dengan baik maka ketercukupan APBN, Inflasi yang terkendali dan lembaga keuangan yang sehat niscaya akan tercapai.

Rinda Astuti selaku moderator sekaligus ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa tujuan di selenggarakannya acara tersebut untuk memberikan wawasan mengenai lembaga kuangan syariah dan meningkatkan pemahaman tentang sistem pengawasan lembaa keuangan syariah, serta menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing dalam meningkatkan keuangan syariah.