Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam | IAIN Pekalongan

KULIAH KERJA NYATA (KKN) ANGKATAN 45 IAIN PEKALONGAN DI DESA MENDELEM KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG DINANTI KARENA PROGRAM KERJANYA BERARTI

E-mail Print PDF

Ahad, 11 Nopember 2018 pukul 01.55 Wib

Suasana keakraban antara mahasiswa dan masyarakat desa mendelem

Pekalongan – Kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa IAIN Pekalongan angkatan 45 kelompok kerja di desa mendelem kecamatan Belik kabupaten Pemalang, yang di ketuai oleh Purwo Atmojo, mahasiswa jurusan ekonomi syariah, berhasil membuktikan bahwa kehadiran mereka sangat di nanti oleh masyarakat setempat. Hal ini tercermin saat Sekdes mendelem Triyono memberikan kata sambutan nya. Dalam kata sambutan di acara seminar yang betemakan “Pengembangan kewirausahaan sosial dan pelatihan inovasi produk Nanas”. Desa ini sangat membutuhkan dan menanti kegiatan seperti ini, masyarakat sangat membutuhkan pelatihan produk olahan dari nanas yang bisa dibuat berbagai jenis makanan, ada nastar, keripik nanas,  permen nanas dan produk olahan lainnya. Belum pernah ada kegiatan seperti ini sebelumnya, dan mahasiswa IAIN Pekalongan adalah yang pertama melakukan nya “Kata Triyono.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan seminar yang di kemas dalam bentuk penyuluhan, hadir sebagai pembicara adalah Bambang Sri Hartono, S.E., M.Si. Dosen fakultas ekonomi dan bisnis Islam IAIN Pekalongan. Dalam paparan nya “Bambang menyampaikan bahwa desain kemasan memegang pengaruh penting dalam upaya meningkatkan penjualan suatu produk, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM. Menurut hasil penelitian Bo Rundh dari Department of Business Administration, Karlstad University, Karlstad, Sweden dalam literatur berjudul Linking packaging to marketing : How packaging is Influencing the Marketing Strategy, kemasan dapat menarik perhatian konsumen terhadap merek tertentu, meningkatkan citra, dan merangsang persepsi konsumen tentang produk.

“Saat ini produk yang ada dipasaran semakin banyak jumlah dan jenisnya. Maka dibutuhkan pembeda antara satu produk dengan produk lainnya apalagi produk sejenis. Salah satu pembeda di sini adalah kemasan dan desainnya,”papar Bambang.

Desain produk harus disesuaikan dengan pasar yang akan dibidik. Setiap kelas konsumen memiliki karakteristik sendiri dari bentuk, warna, grafis, merk, ilustrasi, huruf dan tata letak desain akan berbeda di setiap kelas konsumen. Di sini desain harus menyesuaikan. Desain kemasan yang baik dari sebuah produk dapat tersampaikan dan dimengerti konsumen hanya melalui visual desain tersebut.

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita akan menentukan desain kemasan. Pertama adalah kenali dulu produk sendiri baik kelebihan dan kekurangannya. Kedua, kenali konsumennya. Ketiga, desain dengan sederhana, fungsional dan dapat memberikan emosional positif bagi yang melihat,” Bambang melanjutkan.

Setelah proses penentuan kemasan, hal yang perlu dilakukan juga adalah masalah pemasaran nya, bagaimana model pemasaran yang akan kita lakukan. Di era milenial seperti sekarang ini, peran media sosial seperti facebook, twiter, WA dan lain nya sangat mungkin dilakukan, dengan model pronosi seperti ini akan mendekatkan produk, langsung pada penggunanya dan lebih personal. Tanpa pendekatan yang baik dengan target market, segala macam cara memasarkan produk akan terasa sulit, maka produsen harus mengerti tentang cara-cara promosi seperti ini.

Selanjutnya Bambang menjelaskan disamping dengan cara memperkenalkan produk lewat media sosial, ada cara lain yang juga efektif untuk produk kuliner, yaitu dengan memberikan contoh produk secara langsung pada konsumen, dengan cara memberikan sample atau tester produk tersebut. Demikian bambang menutup acara penyuluhan di desa Mendelem, Belik, Pemalang.(bsh)