Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam | IAIN Pekalongan

KELOMPOK STUDI PASAR MODAL SYARIAH (KSPMS) FEBI IAIN PEKALONGAN SUKSES SELENGGARAKAN SEMINAR NASIONAL DAN WORKSHOP PASAR MODAL SYARIAH 2018

E-mail Print PDF

Kamis, 8 Nopember 2018, pukul 01.45 Wib

Suasana acara seminar dan workshop pasar modal syariah

Kelompok studi pasar modal syariah (KSPMS) Fakultas ekonomi dan bisnis Islam IAIN Pekalongan yang di ketuai Ainun Najib, menggelar acara seminar dan workshop pasar modal syariah, acara yang  di selenggarakan pada hari Senin, tanggal 5 Nopember 2018, di Hotel Santika Pekalongan itu di ikuti oleh 140 peserta. Acara yang bertemakan “ Pasar Modal Syariah Solusi Investasi ke Kinian” itu mendatangkan pembicara dari Jakarta, berlangsung cukup lancar dan tergolong sukses. Pembicara pertama Derry Yustria, S.E., MBA dari divisi pengembangan pasar modal syariah BEI Jakarta dan pembicara kedua Gugus Aryo Swandito perwakilan dari Henan Putihrai Sekuritas.

Dalam paparan Derry Yustria, mengatakan bahwa Pasar modal syariah adalah pasar modal yang sesuai dengan syariah Islam atau dengan kata lain instrumen yang digunakan berdasarkan pada prinsip dan mekanisme syariah. Dan Efek yang di perjual belikan dalam pasar modal sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) DSN-MUI No. 40/DSN-MUI/X/2003.

Investasi di pasar modal syariah memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah pelaksanaan akad, cara dan kegiatan usaha sudah sesuai dengan syariah. Saham syariah yang saat ini tercatat pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), sampai dengan bulan Februari 2017 sebanyak 331 saham. Tercatat paling besar adalah di sektor perdagangan dan jasa yaitu sebesar 27 % dan yang paling kecil adalah di sektor keuangan yang hanya 1 %. Berikutnya pembicara kedua yaitu Gugus Aryo Swandito, yang perlu diketahui oleh para calon investor saat ingin masuk ke dalam pasar modal adalah tujuan dari berinvestasi, apakah sebagai tabungan atau  ingin menjadi trader. Sesuaikan dengan target, kemudian cermati waktu yang diperlukan agar target terpenuhi. Jangan lupa cermati profil risiko dari wadah investasi, jangan mudah tertipu dengan iming-iming keuntungan tinggi, karena pasti akan di ikuti dengan risiko yang tinggi juga. Untuk pemilihan wadah investasi, calon investor harus benar-benar mengetahui profil investasi yang ingin dituju. Ketahui dulu profil dari perusahaan tersebut, di bidang apa mereka bergerak, tingkat laba ruginya apakah sehat atau tidak dst, ” kata Gugus.

Dalam sambutan nya, Kuat Ismanto, M.Ag selaku pembina kelompok studi pasar modal syariah (KSPMS) Fakultas Ekonomi  dan Bisnis Islam IAIN Pekalongan, mengatakan bahwa, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan yang diperlukan bagi mahasiswa sebagai bentuk persiapan menghadapi revolusi industri 4.0. Salah satunya dengan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program link and match antara pendidikan dan industri. Kebijakan link and match ini dilaksanakan untuk memastikan agar kompetensi yang dimiliki SDM Indonesia sudah sesuai dengan kebutuhan industri berbasis teknologi digital, seperti halnya revolusi industri 4.0.  dan Revolusi yang terjadi saat ini mempengaruhi banyak bidang industri, termasuk industri keuangan yang saat ini sudah banyak terdigitalisasi. Salah satunya adalah keuangan syariah. Karena itulah kami menyelenggarakan acara ini, sebagai usaha untuk memberikan kompetensi yang diperlukan mahasiswa agar mampu memenuhi kebutuhan industri,” ungkap Kuat.

Acara di buka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pekalongan, dalam kata sambutan nya, Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H. mengatakan bahwa mahasiswa sebagai agent of change harus bisa melihat perubahan yang terjadi dan mampu melihat peluang di masa depan, karena dengan begitu kita akan tahu kebutuhan SDM yang dibutuhkan perusahaan di masa yang akan datang. Di era milenial seperti sekarang ini semua berubah sangat cepat, tidak hanya sektor jasa tetapi sektor publikpun berubah sangat cepat. Selanjutnya Dr. Shinta mengatakan bahwa sebagai UKM yang berkarakter atau bercirikan FEBI, KSPMS harus mampu menjawab tantangan perubahan dan bisa memberi warna tersendiri unuk kemajuan fakultas, dan untuk itu semua, fakultas ekonomi dan bisnis Islam IAIN Pekalongan akan segera membuka laboratorium pasar modal, yang akan diresmikan pada hari Kamis, 22 Nopember 2018.

Acara yang di moderatori oleh Bambang Sri Hartono, S.E.,M.Si (Dosen FEBI IAIN Pekalongan), berlangsung dengan baik dan sukses. Dan selanjutnya acara di akhiri dengan foto bersama semua panitia, pembicara dan peserta.(bsh)