Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam | IAIN Pekalongan

MAHASISWI FEBI MENJADI VOLUNTEER ASIAN PARA GAMES 2018

E-mail Print PDF
 

IMG-20181001-WA0031

Indonesia Asian Para Games 2018 telah usai dilaksanakan, tanggal 6-13 Oktober 2018. Untuk pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah di ajang perhelatan kompitisi olahraga athlet disabilitas terbesar di ASIA ini, menjadikan Indonesia perlu berbangga diri karena diberi kepercayaan untuk menyelenggarakan acara tersebut di Indonesia. Acara yang dihadiri 43 negara ini dimana Indonesia telah sukses melampaui target dari yang semula Presiden mengharapkan Indonesia masuk di 8 besar dan di penutupan pada tgl 13 Oktober, Indonesia masuk di peringkat 5 besar.
Kesuksesan penyelenggaraan APG tentunya ikut di dukung serta oleh peran Volunteer dan Field Worker, dengan jumlah kurang lebih ada 10.000 Volunteer dan Field worker.
Volunteer dibekali banyak ilmu sebelum terjun ke acara tersebut, karena APG ini berbeda dengan AG, dimana Volunteer harus mampu memiliki kemampuan komunikasi dengan disabilitas.

Dua diantara sekian banyak Volunteer adalah Mahasiswa-mahasiswi Fakultasi Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pekalongan. Pertama; Riskaeni, mahasiswai Jurusan Ekonomi Syariah, yang mengungkapkan kesannya “Saya merupakan salah satu volunteer dari divisi Venue dan ditempatkan di venue archery, hampir setiap hari tugas kami memberikan kenyaman dan keamanan mobilitas bagi para athlete dan official. Banyak ilmu yang di peroleh para Volunteer, dengan interaksi hampir setiap hari dengan athlet disabilitas membuat hidup saya lebih termotivasi lebih baik dan mengambil nilai tidak pantang menyerah dengan keterbatasan yang ada”.
Kedua; Jamal Imam Abidin, mahasiwa Jurusan Ekonomi Syariah semester 7, dengan menorehkan catatannya “saya ditugaskan di Acomodation and Catering (ACC) dengan tugas
memastikan semua atlit, baik yang sedang berkompetisi di 18 venue cabor baik di komplek GBK atau diluar GBK, atau sedang berada di wisma atlit supaya mendapatkan makanan dan minuman layak pada waktunya. sungguh tak menyangka, saya bisa berdedikasi kepada bangsa secara langsung melalui event asian para games ini. Bertugas di divisi ACC membuat saya lebih tau banyak hal. Mulai dr bagaimana cara komunikasi dengan penyandang disabilitas Internasional dgn baik, hingga bagaimana managemen distribusi meal box dan minuman untuk sarapan, makan siang, dan makan malam ke semua atlit yang berada di 18 venue cabor dan di wisma atlit sesuai dengan jumlah atlit yg ada”.

Semoga prestasi Riskaeni dan Jamal Imam Abidin dapat memberikan motifasi kepada mahasiswa-mahasiwi FEBI untuk berkarya dan berprestasi dalam berbagai bidang di masa datang.